Rabu, 10 September 2008

Impious

Kau tahu aku s’lalu katakan kebenaran, walau terasa pahit berat dan takut akan hukuman, yang menunggu, menanti menggigil berkeringat, sekarat, terkurung, terhina, terpaksa ternoda, oleh lumpur nista membuat orang tertawa terbahak tak pernah berkaca, bercermin, melihat, memandang, mendengar, belajar,
berpikir, merenung, berdo’a, bertanya,
mengapa sampai ada kebusukan, kelicikan, kepalsuan, kemunafikan

Akupun tahu kalau kau pengecut yang s’lalu ngomong dibelakang berbisik, menghasut, memfitnah, menjilat, bergunjing kesana-kemari sambil korupsi, manipulasi, konspirasi, provokasi, kadang keprostitusi, jual harga diri, halalkan segala cara, tanpa takut dosa, tuk raih kedudukan, jabatan, uang, harta, wanita,
yang butakan mata, merasuk jiwa,semakin parah, kloter neraka

Why you think the world was everything? spent your life and try to find nothin’. Things go from bad to worst as it all become about the money and materialism, trapped inside lifestyle obssesion, keep your mind hangin


Puisi dari AL Sashimi
No. Absent 10

1 komentar:

JENGGIRAT TANGI mengatakan...

ok j9 puisix.....tp k'k a9k sult d'm9rti xa.....kxkx u 2 or9x pntr bkn puisi,tp lw kpn2 bkn puisi l9 tlon9 kta2x x9 a9k bs d'mgrti pmbca xa...